EDUCATION TO PROTECK NATURAL
Suatu Ketika 12 Oktober 2019
Senja
begitu tergesa - gesa meningalkan timur menjemput mimpi-mimpi manusia di ujung
barat, seakan waktu begitu cepat meningalkan sementara mimpi, harapan, dan
cita-cita terpaksa kami kejar meski diujung malam, saya yakin bintang akan
bercaya meski tak secerah matahari, dan saya yakin sedikit sinar tak pernah
menghalangi langkah-langkah pejuang lingkungan.
Selamat datang sahabat ( Wong Alam, Hammas, FKPAB, MAKAPALA, KBP, dan SMA N 1 karangkobar ) semua datang membawa sebuah misi melindungi melestarikan bumi ( khususnya hutan ), karena sejatinya hutan ini memberikan penghidupan bagi manusia menjaga ketersediaan air, oksigen, dan sebagi sumber keanekaragaman hayati ( kata yusvian dari dinas lingkungan hidup ), kami akan merindukanmu sahabat. menikmati secangkir kopi, ditemani lantunan suara senar gitar menambah keakraban diantara kita, kami merindukanmu sahabat, tentang pola pikir kalian yang realistis dan peduli menjaga lingkunggan. kami berharap tujuan ini akan mempertemukan kita lagi.
Mimpi - mimpi kita jangan sampai terbeli, mimpi ini harus ada aksi, tak perlu aksi yang kontroversi, melainkan aksi yang misteri, bak superhero dalam tv yang selalu menyembunyikan jati dirinya. "bertahan hidup sambil meraih mimpi. beradaptasilah. hidup ini keras, buktikan dirimu kuat, yang membedakan pemenang dengan pecundang hanya satu: pemenang tahu cara berdiri saat jatuh, pecundang lebih nyaman tetap ada di posisi jatuh" ( Fiersa Besari. dalam bukunya catatan juang ).
tanam - tanam mari kita menanam untuk menua kehidupan, salah satu faktor kekeringan pada musim kemarau adalah pengundulan hutan, sehingga hutan tidak mampu menahan air untuk ketersediaan dalam jangka panjang, inilah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk meminimalkan kekeringan. peran hutan, peran tanaman sangat dibutuhkan kehidupan manusia. jadi masihkah engkau tebang hutanmu demi kantong pribadimu ??.
Berdiri tegap sebuah pohon dengan ayunan yang melingkari dahanya, senja selalu turun dibalik gunung, namun malam tak pernah tidak berbintang. lalu, kita berbaring diatas rerumputan yang tak lagi hijau, memandangi hutan-hutan yang hanya tigal ceritanya berserakan disemesta. biar aku tingal disana, kau mulai menanggis. kemudian diantara gelap kau temukan jutaan gemintang, juga rembulan yang sinarnya menuntutmu untuk kembali menghijaukan. hingga kau temukan pagi, pagi memang tak seindah senja. ketahuilah. pagi tidak pernah gagal membawamu menuju cahaya. bukan kah seperti itu perjuangan sejati ?? jadi. sudahkah kau temukan pagi-mu ??
ketika kau tak lagi melihatku dan aku hanya bisa melihat punggungmu dari kejauhan. itu artinya sebuah perpisahan telah menghampiri pertemuan kita, aku tak ingin meninggalkan kerinduan terdalam, tapi pertemuan kita yang sebentar meningalkan banyak kehidupan, meningalkan mimpi-mimpi yang harus kami banggun, dan meningalkan kesan. sampai jumpa lagi sahabat. lanjutkan tugas mulia kalian. jangan pernah lupakan sekelompok manusia yang mencoba bermanfaat untuk kehidupan semesta.biarkanlah tanaman kopi ini tumbuh, sembari bertumbuhnya kerinduan pada seorang sahabat.
EDUCATION TO PROTECT NATURAL
suatu ketika 13 oktober 2019 pukul 13:00 Memisahkan
No comments:
Post a Comment